Post
soda

Buat Para Perempuan, Pergilah Traveling Sendirian, Setidaknya Sekali Seumur Hidup

Sebagai perempuan, khususnya perempuan Indonesia, tidaklah mudah untuk betul-betul menjadi mandiri di lingkungan budaya yang masih mengedepankan sosok pria dalam hal apapun.

Perempuan harus selalu di belakang pria, itulah persepsi mayoritas yang berkembang di Indonesia. Perempuan tidak aman bepergian sendirian, perempuan harus ditemani oleh pria jika ingin ke suatu tempat, dan sejenisnya. Sebenarnya bukan hanya perempuan Indonesia yang mungkin mengalami hal itu, mungkin sebagian besar perempuan dari negara-negara yang menganut budaya non barat pasti mengalaminya. Tapi, era sekarang sudah berubah, teknologi semakin canggih dan informasi semakin mudah diakses. Namun, tidak bisa dipungkiri pula kalau orang jahat pun semakin banyak, namun di sisi lain humanity pun masih banyak di luar sana, masih banyak orang-orang baik yang selalu ingin menolong tanpa mengharapkan imbalan apapun.

Sebagai perempuan Indonesia, yang masih single dan masih muda *uhuk*, saya sunggu menyarakankan untuk para perempuan-perempuan Indonesia, di manapun berada, pergilah traveling, paling tidak sekali seumur hidup, SENDIRIAN!!!. Pergilah ke tempat baru, yang orang-orangnya berbeda budaya dengan asalmu, yang bahasanya terdengar asing di telingamu, yang makanannya mungkin terasa aneh di lidahmu, pergilah traveling ke tempat itu. Kenapa ?

1
Menjadikanmu Mandiri se-Mandirinya Wanita.
Menjadikanmu Mandiri se-Mandirinya Wanita.

Bayangkan saja, mulai dari membeli tiket, mengatur rencana perjalanan, mengurus check-in dan masalah bagasi, memanggul ransel atau menggeret koper menuju hostel/hotel, semuanya kamu lakukan sendiri. Tidak ada abang-abang porter yang bisa kamu andalkan, tidak ada pacar yang bisa bantu angkatin. Semuanya sendiri. Kamu belajar mengasah insting kamu lebih peka terhadap sekitar. Jika negara yang kamu kunjungi mahal, mau tak mau jurus masak sendiri pun kamu keluarkan, meskipun itu cuman masak Indomie ( itupun cuman disiram pakai air panas ). Atau jika di kota asal kamu terbiasa naik ojek / taksi, yang sisa nyetop di pinggir jalan atau ngesot dari rumah ke pangkalan ojek, di negara yang kamu kunjungi kamu belajar jalan kaki lebih banyak karena taka da transportasi publik, atau kamu belajar untuk menunggu bus/train sendirian, belajar membaca jadwalnya yang ternyata tidak dalam bahasa inggris atau bahasa lain yang kamu pahami.

Traveling sendirian menempatkanmu menjadi lone surviver, kamu tidak bisa mengharapkan siapapun karena kamu tidak kenal siapapun atau tidak cukup dekat untuk meminta tolong dengan orang yang baru kamu temui atau bisa juga kamu gengsi untuk minta tolong, itu bagus. Gengsi semacam itu bagus, menjadikan kamu mandiri se-mandirinya wanita, meskipun kamu harus manggul ransel/ menggeret koper, jalan berkilo-kilo dari stasiun ke hostel/hotel yang kamu booking sebelumnya, padahal ada pria muda yang ingin membantu namun kamu gengsi dan belum yakin apakah niatnya tulus membantu atau mau bawa lari tas kamu.

2
Meningkatkan Kepercayaan Diri.
Meningkatkan Kepercayaan Diri.

Secara kamu hanya sendirian, mau tidak mau kamu harus berinteraksi dengan orang-orang sekitar. Tidak ada istilah nunjuk teman buat nanya arah atau ngurus perihal check-in, semua harus kamu yang maju. Dari yang awalnya mungkin di Indonesia kamu sosok yang selalu memanfaatkan teman untuk maju duluan, mau tidak mau ketika traveling sendiri, you’ll be one man show. Dari yang awalnya di Indonesia belanja di pasar aja bisa bikin kamu tidak percaya diri padahal jangankan orang-orang yang belanja, mungkin tukang sayur aja tidak minat untuk melirik kamu, di tempat yang kamu datangi, kamu bakalan jadi pusat perhatian, segala penjual akan menanyakan asal kamu dari mana, dan jangan heran kalau akhirnya berujung pada tawar menawar dengan menggunakan Bahasa Indonesia ( hey, we’re famous as a royal shopper ).

Kamu yang dulunya malu-malu untuk berkenalan dengan orang baru, ketika traveling sendirian dan menginap di hostel yang isinya dari seluruh penjuru dunia, pertanyaan basa-basi “Asal kamu dari mana” akan menjadi senjata ampuh dan menjadi default question setiap kamu bertemu orang baru, bahkan kadang kamu sudah akrab berbicara, kamu lupa menanyakan namanya hingga akhirnya kalian tidak bertemu lagi, kamu tetap tidak tahu namanya.

3
Lebih Terbuka Menerima Hal Baru
Lebih Terbuka Menerima Hal Baru

Karena traveling sendirian menjadikanmu harus berbaur dengan traveler lainnya, kamu jadi tidak lagi kaget ketika bertemu pasangan traveler yang gay or lesbian. Kamu bahkan harus membiasakan diri tidur beramai-ramai dalam satu kamar ( dormitory ) yang isinya mungkin tukang ngorok, tukang party yang baru kembali ke kamar ketika dini hari, atau bisa jadi yang doyan nge-seks tengah malam padahal jelas-jelas kalian tinggal di dormitory.

Selain itu, kamu jadi terbiasa makan tidak lagi dengan nasi, dari yang awalnya sarapan-makan siang-makan malam semua denga nasi, dengan traveling, kamu jadi membiasakan diri sarapan dengan roti atau sereal atau mungkin hanya air putih. Yang awalnya di Indonesia mungkin kamu terbiasa bersiap-siap dalam kurun waktu 30 menit atau bahkan 1 jam, dengan traveling kamu bisa jadi semakin menghargai waktu, tidak lagi mandi berjam-jam karena banyak orang lain yang mengantri (ini kalau kamu menginap di hostel dengan fasilitas kamar dormitory). Kamu jadi belajar kalau 5 menitnya orang di LN (khususnya negara-negara besar) adalah benar-benar 5 menit, bukan jadi 30 menit ala orang Indonesia.

4
Membuatmu Mudah Move On
Membuatmu Mudah Move On

Kamu patah hati? Traveling adalah salah satu cara tercepat untuk move on. Traveling membuat kamu sibuk dan menikmati hal-hal baru, membuat kamu lupa dengan dia yang sudah membuat hatimu hancur berkeping-keping. Traveling akan membuatmu menemukan cara untuk mengumpulkan keping-keping itu dan merangkainya menjadi hati yang utuh kembali, walaupun tidak lagi sama seperti sebelumnya, at least, kamu tidak lagi stuck dengan hati yang hancur.

Ketika kamu pulang, kamu bukan lagi gadis yang hatinya hancur, kamu sudah menjadi sosok yang baru, dan siap memulai petualangan baru lainnya, termasuk dalam hal cinta. Memang tidak akan mudah dan mungkin tidak akan berlangsung hanya dengan sekali perjalanan, lakukan beberapa kali, kunjungi tempat-tempat baru, dan perlahan tapi pasti, kamu tidak lagi terjebak di masa lalu.

5
Kesempatan Menemukan Cinta Baru
Kesempatan Menemukan Cinta Baru

Karena traveling bisa membantumu untuk move on dan lebih membuka diri, maka kesempatan untuk menemukan cinta baru pasti selalu ada. Ada begitu banyak traveler dari berbagai negara di luar sana. Walaupun beberapa di antaranya adalah tipe ‘go travel, get drunk and fuck everybody’ tapi tidak sedikit juga yang tipe-tipe calon Mr. Right. Selama kamu mau membuka diri ( bukan membuka paha ya ), kesempatan untuk mendapatkan cinta baru selalu ada. Kamu bisa menemukannya di awal perjalanan kamu, mungkin kalian berasal dari kota yang sama dengan tujuan yang sama, atau dipertemukan di dalam pesawat semacam adegan drama, atau bisa jadi kalian bertemu di tempat tujuan, menginap di penginapan yang sama atau mengikuti tour yang sama.

6
Mengenal & Mencintai Diri Sendiri.
Mengenal & Mencintai Diri Sendiri.

Tidak hanya menemukan cinta baru, traveling membuatmu mengenal dan mencintai dirimu sendiri. Kamu yang awalnya begitu memerhatikan apa yang kamu pakai kalau keluar rumah, takut di judge sana-sini karena salah kostum, dengan traveling justru membuatmu tidak lagi memedulikan penilaian orang. Kamu bisa dengan santai masuk ke mall hanya dengan sandal jepit dan kaos seadanya, karena kamu jadi belajar bahwa di luar sana, orang tidak peduli dengan apa yang kamu pakai selama itu tidak menyakiti siapapun. Dengan traveling sendirian, kamu belajar memperlakukan dirimu sendiri sebaik mungkin, kamu jadi tahu kebiasaan buruk mana saja yang selama ini mungkin tidak kamu sadari, kamu jadi lebih mengenal hal-hal yang sebenarnya cocok dan suka kamu lakukan. Segala tentang dirimu semakin kamu kenal baik yang membuatmu semakin berusaha untuk terus memperbaiki diri, bukan demi orang lain, tapi demi dirimu sendiri.

7
Memberikan Waktu Untuk Memikirkan Kembali Segala Sesuatunya
Memberikan Waktu Untuk Memikirkan Kembali Segala Sesuatunya

Ada kalanya kita harus melangkah mundur untuk mendapatkan jarak pandang yang lebih luas, ada kalanya kita mesti menjauh sejenak untuk memikirkan ulang berbagai hal tanpa distraksi dari pihak lain. Traveling adalah salah satu langkah untuk mengkaji ulang hidupmu dan segala hal yang terkait dengannya. Dengan melakukan perjalanan sendirian, kamu punya lebih banyak waktu untuk berpikir, entah masalah sekolah, kehidupan percintaan, atau masalah hidup lainnya yang mungkin menurut kamu sudah sangat berat untuk kamu pikul. Traveling membawamu ke tempat yang jauh, ke tempat yang baru, yang pada akhirnya akan membawamu kembali pulang, namun sosok kamu yang pulang tidak lagi sama dengan sosok kamu yang sebelumnya ketika berangkat. Traveling semacam program yang memberikan kamu kesempatan untuk merestart kembali program-program hidupmu. Membuatmu berpikir apakah kamu benar-benar ingin menikah karena sudah menemukan sosok yang memang kamu rasa pantas untuk menjadi teman hidupmu hingga akhir masa atau karena hanya merasa dikejar umur dan tekanan lingkungan. Membuatmu berpikir ulang apakah pekerjaan yang kamu ambil sekarang sudah tepat atau hanya sekedar membuatmu nyaman di zona aman. Traveling bisa membantumu memetakan kembali, ke arah mana dan bagaimana kamu ingin membangun hidupmu ke depannya.

8
Belajar Merdeka Yang Bertanggungjawab
Belajar Merdeka Yang Bertanggungjawab

Dengan traveling sendirian, sebagai perempuan, kamu akhirnya bisa merasa merdeka. Tak perlu khawatir dengan segala aturan atau tuntutan lingkungan tentang bagaimana kamu harus bersikap atau bertindak sebagai seorang manusia pada umumnya dan perempuan pada khususnya. Ya, dengan traveling sendiri kamu memang bebas menentukan apa yang ingin kamu lakukan, tak ada orangtua yang melarang, tak ada pacar yang posesif, tak ada gebetan yang perlu dijaimi, bebas sebebasnya.

Namun, seindah-indahnya sebuah kemerdekaan adalah merdeka yang diiringi dengan rasa tanggungjawab dan satu-satunya yang bisa bertanggungjawab atas hidup masing-masing adalah yang menjalani hidup itu sendiri.

Jadi, tunggu apalagi, ladies? Take some day off, book your ticket, pack your bag and go somewhere new, alone.

keyword di konten ini

Related Posts

  • [LIBURAN] Singapura Serba Mahal? Ini 6 Cara Mendapat Gratisan di Singapura
    [LIBURAN] Singapura Serba Mahal? Ini 6 Cara Mendapat Gratisan di Singapura

Comments

Winning Post

Masih Punya Rasa Cinta, 7 Pasangan Artis Ini Rujuk Kembali Setelah Bercerai

1

Masih Punya Rasa Cinta, 7 Pasangan Artis Ini Rujuk Kembali Setelah Bercerai
Menengok Kecanggihan Pesawat Buatan Rusia yang Akan 'Dipakai' Merpati

2

Menengok Kecanggihan Pesawat Buatan Rusia yang Akan 'Dipakai' Merpati
Model Baju Batik Sarimbit, Cocok buat Kondangan Bareng Pasangan

3

Model Baju Batik Sarimbit, Cocok buat Kondangan Bareng Pasangan